Berang – berang
// Februari 3rd, 2010 // aku dan mimpiku, guyon maton
Berang – berang adalah binatang mamalia yang merupakan binatang pengerat yang hidup di air dan di darat. Ia terkenal dengan sebutan insinyur bendungan karena dalam membuat sarangnya dia membuat bendungan yang melindungi dari musuh – musuhnya. Well aku nggak akan membahas binatang yang belum pernah aku lihat dengan mata kepala sendiri ini. Sesuai dengan tujuan semula bahwasanya diriku membuat blog ini sebagai tempat menggombal yang nggak bermutu, sedemikian sehingga judul daripada tulisan baru ini tiada lebih merupakan salah satu identitas daripada blog ini. Halah…. muter – muter nggak karuan emang hobby ku dalam menulis yang penting bisa panjang meski itu prolognya doang.
Berang – berang. Akhir – akhir ini aku selalu tersenyum jika mengingat kata yang diulang tersebut. Walau sebenarnya itu salah satu sebutan untuk satu makhluk hidup bukan 2 berang he.. he.. he.. Ya aku tersenyum gembira, loh bukannya selama ini aku mengidentikkan diriku dengan semut. Semut hitam yang kecil, rajin menabung dan tidak sombong? hi hi hi ah sebodo teuing dengan itu. Sekarang ada seseorang yang menyebut diriku berang – berang waduh….. nggak apa – apa deh.. berang – berang kan insinyur bendungan sedangkan aku saat ini di team supervisor pembangunan dermaga. 11 – 12 khan? artinya nggak jauh – jauh amat sesama bangunan air.
Sebut saja orang ini si A. Aku sebenernya nggak begitu tahu tentang dia, hanya karena avatar fb-nya cantik ( menurutku sih, tapi kalau aku bilang cantik ke dia pasti di jawab : preeet pitnah tuh wakakaka..-pitnah bukan fitnah hi hi hi-) dan beberapa temanku merupakan mutual friends dia. Terussss ya namanya teman baru sok basa – basi gitu nge clik like di satatusnya (padahal kadang nggak tau suka atau enggak wakakaka..) Terus mulai berani komen, he he he dan akhirnya aku minta nama YM dia, karena aku merasa cocok berteman dan ngobrol sama dia. Terus dia curhat ke aku –tentang masalah curhatnya off the record ya hi hi hi sesuai permintaan dia– Wah… wah gimana sih rasanya kalau di curhatin cewek? entah pura – pura simpatik atau memang bener – bener simpatik hanya aku dan Tuhan yang tau —yang ini juga off the record :p — aku merayu – rayu minta nomor HP dan ternyata saudara – saudara yang membuat aku bersorak kegirangan adalah —-> provider yang sama dengan nomor HP yang aku pakai he he he (dasar pelit pulsa ya aku)
Lama nggak YMan, lama juga nggak SMSan, iseng – iseng aja aku sekedar mengucapkan selamat malam dengan gaya gombalku yaitu berpantun (meski isinya nggak nggombal loh– kata Iparto “yakinlah sumpah” –) Aku emang lupa apa yang aku tulis tapi aku memakai berang – berang untuk lampiran pantunnya (ha.. ha.. ha.. berpantun yak juaduuuul banget, tapi romantis loh coba aja kalau nggak percaya) Nah semenjak itu, si A ini sering menyebutku dengan nama Berang – Berang. Yah sudahlah nggak apa – apa, suka – suka dia lah… toh aku juga nggak keberatan disebut berang – berang he.. he.. he… Dan sekarang kalau kita SMSan sok – sok romantis gitu dengan pantun – pantun nggak bermutu. Biarin biar nggak bermutu yang penting isi pesannya iya nggak saudara – saudara sekalian?
Aku sudah menghapus SMS yang pertama – tama kami pakai pantun – pantunan. Tapi malam ini SMSan pengen aku share disini. Tujuannya biar aku ingat aja pernah melakukan hal yang mungkin juaaaduuuuulll bagi sebagian banyak orang tapi masih aku lakukan bersamanya he.. he.. he.. sekalian biar saudara liat gimana gaya nggombalku :p Yah aku harap sih dia nggak keberatan aku ekspos disini
(– Kalau adek nggak mau tolong bilangin kakak ya… entar kakak hapus deh posting tulisan ini–)
- Si A : Boomerang konser di Borobudur, Berang2 selamat tidur
- aku : Borobudur di jawa tengah, maunya tidur tapi susah
- Si A : Di Borobudur banyak yg jual parem… Kalau tidur mah tinggal merem :p
- aku : beli parem di pasar baru, sekali merem teringat dirimu
- Si A : Beli kerang sama timbal, Berang2 tukang nggombal :p
- aku : Kain perca kok dibikin baju, nggak percaya belahlah dadaku (wakakaka…)
- Si A : Kain Perca di meja kaca, Tak percaya karna tak nyata :p
- aku : Kaca di belah di depan gardu, percayalah jangan kau ragu
- Si A : Gardu listrik milik kurawa, Ragu karna takut kecewa
![]()
- aku : Menyisir sungai berakit sampan, aku gak lebay pasti kubuktikan
- Si A : Sakti itu tak terkalahkan, Bukti itu nubuatan…
- aku : Biarlah batu berserakan, biarlah waktu yang menyatakan
- Si A : Ada batu di atas kain beludru, Ada waktu yang tak menentu
- aku : Indahnya hutan berbukit batu, kepada Tuhan ku minta waktu Jejak si gajah di goa batu, tahukah kau ada di doaku?
lama dia nggak bales, atau lagi mikir bales pantunnya ya he he he tapi aku ingin menyudahi karena udah capek dan merasa ngantuk (–walaupun akhirnya aku sempat menuliskan ini –)
- aku : Makan kerang minum es jeruk, berang2 udah ngantuk he..3x bai2 adekku met tidur. GBU
- si A : Gbu2…. berang2
Hi…hi..hi… gimana saudara? meski bergaya jadul tapi romantis kan? mengasah keahlian mengotak – atik kata lagi… so buat yang pacaran dan merasa garing apa salahnya untuk di coba gaya jadulku ini?
Habis komen baca juga yang ini :
- Menjadi Kaya dengan Menjual (mimpi) Kaya
- Siapa Mau Download???
- Menulis itu gampang(kah)???
- Ingin kubunuh rasamu itu
- Rumah tusuk sate itu tuh
MOHON PERHATIAN
Tulisan - tulisan dalam blog ini adalah pandangan pribadi dari saya dan beberapa merupakan kutipan dari sumber yang berbeda-beda. Apabila ada yang keberatan dengan tulisannya yang saya kutip, mohon kiranya sudi untuk memperingatkan saya. Terimakasih.







ha ha … wi … ku mesam-mesem dw nih, ntar dicurigai gak genep lagi.
Sayange aku dah ga pacaran, klo suami kusms pake pantun, bisa2 jawabe: ???
he he he makasih ci Evy masih sempat berkunjung ke sini… nggak tahu nih kenapa aku kok suka gaya juaaadulll
hmm..bagus om blognya. Boleh kenalan ga. ?? hihihi.
Btw..wah lagi kasmaran nih ceritanya. Siiip lah. Cerita memang harus berubah. Sukses deh wi…
nb: Gaya bahasa lo tambah keren..keep blogging
jiah dasar dudul lo wakakaka…. ho’oh hidup berjalan terus
hmm. what happened with berang-berang???
wah…gaya klasik tp romantis
emang manteb yang klasik – klasik Deb wakakaka…