Mengisi Informasi Family Revit

Revit adalah software modeling 3D dari Autodesk yang harus kita gunakan jika kita menggunakan BIM (Building Irformation Modeling) system dalam sebuah proyek. Apakah BIM itu? menurut The US National Building Information Model Standard Project Committee yang saya ambil dari Wikipedia adalah :

Building Information Modeling (BIM) is a digital representation of physical and functional characteristics of a facility. A BIM is a shared knowledge resource for information about a facility forming a reliable basis for decisions during its life-cycle; defined as existing from earliest conception to demolition.

Disini berarti bahwa BIM adalah sebuah data – data digital yang menunjukkan karakter fisik dan fungsi sebuah bangunan. BIM merupakan sumber data satu – satunya yang bisa digunakan oleh pihak yang berkepentingan selama siklus hidup sebuah fasilitas atau bangunan semenjak dari fase konsep sampai fase demolition ( perubuhan).  Jadi dengan BIM kita mempunyai riwayat dari sebuah bangunan. Saya akan menuliskan lebih lanjut dalam artikel yang lain.

Kembali kepada bagaimana kita mengisi informasi – informasi dalam Family Revit. Mengapa informasi – informasi tersebut sangat penting? Karena jika kita membuat sebuah proyek dengan BIM bukan hanya melulu membuat sebuah model bangunan secara 3D. Namun sebuah model 3D yang memuat informasi – informasi agar bisa memenuhi definisi dari BIM seperti yang saya kutip pada paragraf sebelumnya. Meskipun banyak orang yang lebih jago daripada saya mengenai tentang Revit, banyak yang saya temui tidak menggunakan standard dari Autodesk untuk mengisi informasi – informasi tersebut. Memang itu tidaklah membuat model kita menjadi tidak informatif. Namun menurut saya ke-tidak standaran tersebut akan membuat banyak waktu yang akan terbuang. Misalnya jika kita merekrut team baru, maka kita harus menjelaskan kepadanya bagaimana dan dimana informasi – informasi itu dalam model 3D yang kita buat. Atau misalkan dalam fase demolish kita sudah tidak menjadi team untuk fase tersebut. Mungkin karena bukan perusahaan dimana kita bekerja yang mendapat proyek. Team mereka akan sedikit lebih keras bekerja jika mempunyai template yang berbeda standar dengan kita. Yang artinya akan membutuhkan banyak waktu. Dimana dalam BIM salah satu tujuan utamanya adalah mengurangi waktu yang dibutuhkan dalam sebuah proyek.

Untuk mengisi informasi sesuai dengan standard Autodesk kita bisa membuka help.

Tinggalkan Balasan