Revit Template Start from Scratch

By | 10 Juli 2018

Setelah beberapa bulan idle karena buntu bagaimana untuk memulai blog ini. Maka akhrinya saya menemukan ide bagaimana akan memulai mengisi blog ini. Jika kita membaca blog tutorial atau melihat video tutorial yang sudah ada, kebanyakan tutorial Revit akan dimulai dengan bagaimana kita memulai sebuah model. Nah untuk itu saya tidak akan memulainya dengan hal ini. Saya akan memulai dengan bagaimana kita memulai menjadi drafter/modeler Revit.

Untuk itu kita akan memulai dengan persiapan – persiapanya. Persiapan ini adalah kita membuat Template Revit.  Mengapa Template Revit sangat perlu dalam modeling revit? “Senjata” revit untuk modeling sebuah bangunan adalah di family – familinya. Sedangkan senjata untuk memproduksi gambar teknik di Revit adalah template, baik itu view template, title block, schedule, annotation dll. Tentunya kita nanti akan dihadapkan pada dinamika design selama project berlangsung. Kita pasti akan dihadapkan dengan perubahan – perubahan design. Jika kita memulai project tanpa template pasti akan kesusahan dalam pembuatan model maupun produksi gambar di Revit.

Mengapa harus membuat Revit template start from scratch. Tujuan saya adalah agar kita bisa mendalami bagaimana cara kerja kita dalam menggunakan revit. Contohnya jika kita tidak mengetahui bagaimana merubah symbol section tentu akan kesusahan menggantinya. Atau dalam title block kita akan menambah teks – teks yang berupa label tanpa mengetahui shared parameter tentunya akan buntu walaupun kita sudah bisa masuk ke edit family title block.

Nah untuk Revit Template Start from Scratch ini tentunya tidak bisa saya tulis dalam 1  artikel. Karena akan banyak hal yang akan kita lakukan nanti. Setiap hal tersebutakan saya jadikan 1 artikel. Daftar yang akan kita kerjakan nanti adalah seperti ini :

 

  1. Membuat title block untuk cover sheet yang berisi project information
  2. Membuat title block untuk gambar, membuat keyplan dan load ke project.
  3. membuat family balok, kolom , pondasi
  4. duplicat system family floor/wall
  5. membuat family annotation grid head, section head, section head, spot elevation, level head
  6. membuat family view name, cloud symbol
  7. membuat family view ref. tag, multi category tag
  8. Membuat line style, fill patern , edit arrow, setting dimensi, setting section head
  9. membuat family profile untuk slab composite, slab edge, dll
  10. membuat filter
  11. membuat folder ( menambah folder dengan shared parameter)
  12. membuat schedule untuk sheet list, notasi tag
  13. membuat view template
  14. start view berupa cover sheet, general notes,
  15. merapikan shared parameter
Template yang akan kita buat nanti adalah template untuk structure sesuai dengan disiplin pekerjaan saya. Namun secara garis besarnya sama, yang membedakan hanyalah family, filter, schedule, view template. Namun perbedaan ini bukan perbedaan cara membuatnya tetapi perbedaan elemen family, elemen apa yang di filter, elemen yang akan dibuatkan schedule juga elemen apa yang disembunyikan dan dimunculkan di view template. Intinya apa yang akan kita kerjakan nanti bisa diterapkan untuk membuat template Architecture, Structure maupun MEP.

Tinggalkan Balasan